Penampilan Duet Hasan (Piano) dan Nindi (Vokal) dalam Konser Apresiasi #9 NMC Membawakan “Andaikan Aku Punya Sayap”

Peran Notasi Music Course dalam Membentuk Talenta

8/21/20254 min baca

Konser musik bukan hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah ekspresi, unjuk kemampuan, dan bentuk apresiasi atas kerja keras dalam proses belajar musik. Hal inilah yang tergambar jelas dalam Konser Apresiasi #9 Notasi Music Course (NMC) yang digelar di Stasiun Sukorejo, Kendal, pada 12 Juli 2025. Dalam momen penuh semangat itu, tampil berbagai siswa dengan instrumen berbeda, menghadirkan penampilan yang memikat.

Salah satu yang paling berkesan dan berhasil mencuri perhatian penonton adalah duet Hasan (piano) dan Nindi (vokal). Mereka berkolaborasi membawakan lagu legendaris berjudul “Andaikan Aku Punya Sayap”, sebuah lagu karya R. Maladi yang dikenal luas di dunia musik Indonesia. Dengan aransemen sederhana namun penuh penghayatan, duet ini sukses membuat suasana konser menjadi syahdu, hangat, dan sarat makna.

Suasana Konser Apresiasi #9 NMC

Konser Apresiasi NMC ke-9 memang dirancang bukan hanya untuk mempertontonkan keterampilan teknis para siswa, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk tampil percaya diri di depan publik. Tempat yang dipilih, yakni Stasiun Sukorejo, menambah nuansa unik, karena suasana konser menyatu dengan atmosfer kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ketika sore itu langit mulai berwarna keemasan, panggung sederhana sudah dipenuhi dengan alat musik, dekorasi hangat, dan lampu-lampu kecil yang menciptakan suasana meriah. Penonton yang hadir terdiri dari orang tua murid, sahabat, keluarga, hingga masyarakat sekitar. Sorak sorai, tawa, dan semangat sudah terasa sejak awal acara dimulai.

Namun, puncak keheningan dan perhatian penuh tercurah ketika nama Hasan dan Nindi dipanggil oleh MC. Seluruh mata penonton tertuju pada dua siswa berbakat tersebut yang melangkah ke panggung dengan penuh percaya diri.

Performa Hasan di Piano: Harmoni yang Menenangkan

Hasan, sebagai pianis, membuka penampilan dengan dentingan intro piano yang lembut. Jemarinya menari lincah di atas tuts, menghasilkan harmoni indah yang langsung membangun suasana emosional. Walaupun Hasan masih berstatus sebagai siswa, teknik permainan pianonya menunjukkan kedewasaan musikal. Ia mampu menjaga tempo dengan stabil, menghadirkan dinamika yang pas, serta mengiringi vokal dengan sensitivitas tinggi.

Peran piano dalam lagu “Andaikan Aku Punya Sayap” memang sangat penting. Instrumen ini tidak hanya berfungsi sebagai pengiring, tetapi juga sebagai penopang emosi lagu. Hasan berhasil menampilkan warna piano yang jernih, lembut, dan penuh penghayatan, sehingga memberi ruang bagi vokal Nindi untuk bersinar.

Vokal Nindi: Suara Merdu yang Menyentuh Hati

Ketika Hasan menyelesaikan bagian intro, Nindi mulai menyanyikan bait pertama lagu dengan suara merdunya. Nada demi nada mengalun begitu indah, jernih, dan penuh perasaan. Lagu “Andaikan Aku Punya Sayap” memang memiliki lirik yang sederhana, namun sarat makna mendalam. Dibawakan oleh Nindi, lagu ini terdengar lebih menyentuh, seakan mengajak penonton merenung sejenak tentang makna harapan dan impian yang tinggi.

Teknik vokal Nindi terlihat semakin matang. Ia mampu menjaga intonasi dengan baik, menyeimbangkan kekuatan suara dengan iringan piano, serta menguasai dinamika lagu. Paduan antara kelembutan suara dan ekspresi wajah yang penuh penghayatan membuat para penonton ikut larut dalam alunan musik tersebut.

Beberapa penonton bahkan terlihat mengangguk-anggukkan kepala mengikuti melodi, sementara yang lain menutup mata seakan terbawa ke dalam dunia imajinasi yang diciptakan melalui musik.

Kolaborasi yang Harmonis

Keindahan penampilan duet ini terletak pada harmoni yang terjalin antara Hasan dan Nindi. Mereka bukan hanya sekadar tampil bersama, melainkan benar-benar menyatu dalam membangun interpretasi lagu. Hasan dengan pianonya memberikan ruang yang cukup bagi vokal Nindi untuk bersinar, sementara Nindi dengan peka menyesuaikan tempo dan dinamika sesuai permainan piano Hasan.

Kolaborasi ini menggambarkan esensi musik sejati: bukan tentang siapa yang lebih menonjol, melainkan bagaimana dua talenta bisa saling melengkapi untuk menghasilkan karya yang lebih indah.

Apresiasi dari Penonton

Begitu lagu berakhir, sejenak suasana hening. Namun kemudian, tepuk tangan meriah membahana dari seluruh sudut ruangan. Penonton memberikan apresiasi luar biasa atas penampilan Hasan dan Nindi. Beberapa orang tua terlihat berdiri memberikan standing ovation, sementara yang lain bersorak penuh antusias.

MC konser pun menambahkan komentar positif, memuji kekompakan serta penghayatan kedua siswa tersebut. Tepuk tangan panjang itu seakan menjadi bukti nyata bahwa penampilan mereka telah berhasil menyentuh hati penonton.

Makna di Balik Lagu “Andaikan Aku Punya Sayap”

Pemilihan lagu “Andaikan Aku Punya Sayap” untuk konser ini juga bukan tanpa alasan. Lagu ini memiliki pesan universal tentang harapan, kebebasan, dan impian untuk terbang lebih tinggi. Dinyanyikan oleh Nindi dengan iringan piano Hasan, pesan tersebut tersampaikan dengan sangat indah dan menyentuh.

Di tengah kesibukan dan tantangan kehidupan modern, lagu ini seakan mengingatkan bahwa setiap orang punya mimpi, dan dengan usaha serta keyakinan, impian itu bisa diwujudkan.

Peran Notasi Music Course dalam Membentuk Talenta

Penampilan duet Hasan dan Nindi bukanlah hasil instan. Di balik itu, terdapat proses pembelajaran intensif di Notasi Music Course (NMC). NMC memang dikenal sebagai tempat kursus musik yang bukan hanya mengajarkan teknik, tetapi juga membangun mental tampil, kreativitas, dan ekspresi musikal para siswanya.

Melalui bimbingan guru-guru berpengalaman, siswa seperti Hasan dan Nindi tidak hanya berlatih secara teknis, tetapi juga didorong untuk memahami makna lagu, bekerja sama dalam kolaborasi, dan tampil percaya diri di atas panggung.

Konser Apresiasi NMC menjadi salah satu bentuk nyata hasil pembelajaran tersebut. Dengan tampil di hadapan publik, siswa belajar menghadapi audiens, mengendalikan rasa gugup, dan mengekspresikan diri melalui musik.

Inspirasi untuk Siswa Lain

Penampilan Hasan dan Nindi di konser kali ini memberikan inspirasi besar bagi siswa-siswa lain di NMC. Mereka membuktikan bahwa dengan latihan konsisten, kerja sama yang baik, dan penghayatan mendalam, setiap penampilan bisa menjadi momen berharga yang meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.

Selain itu, keberanian mereka tampil di depan publik juga menjadi motivasi bagi teman-teman sebayanya untuk tidak takut mencoba. Musik sejatinya bukan hanya tentang keindahan suara atau keterampilan memainkan instrumen, tetapi juga tentang berbagi rasa dan cerita kepada orang lain.

Ajakan untuk Bergabung di Notasi Music Course

Bagi masyarakat yang menyaksikan langsung penampilan ini, mungkin timbul keinginan untuk ikut merasakan pengalaman belajar musik yang sama. Notasi Music Course membuka kesempatan bagi siapa saja—baik anak-anak maupun dewasa—untuk belajar musik dengan metode menyenangkan, terstruktur, dan berbasis pengalaman nyata.

Dengan pilihan instrumen seperti piano, gitar, biola, drum, dan vokal, setiap siswa bisa menemukan jalannya sendiri dalam bermusik. Konser apresiasi yang rutin digelar menjadi bukti nyata bahwa setiap murid diberi ruang untuk berkembang dan menunjukkan hasil belajarnya.

Penutup

Penampilan duet Hasan di piano dan Nindi di vokal dalam Konser Apresiasi #9 Notasi Music Course adalah salah satu momen paling berkesan. Membawakan lagu “Andaikan Aku Punya Sayap” dengan penuh penghayatan, mereka berhasil memikat hati penonton dan menuai tepuk tangan meriah.

Lebih dari sekadar hiburan, penampilan ini mencerminkan kerja keras, dedikasi, dan keberhasilan proses belajar musik di NMC. Semoga apa yang mereka tampilkan bisa menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk mencintai musik, belajar dengan tekun, dan berani tampil di depan publik.